Agrituner Initiative, Bandung. Have you ever seen a Ki Hujan tree? The tree that has been planted in urban cities have a lot of names, one of the name was meant ‘The shade’ or ‘The Rain Tree’. Do you know that Ki Hujan was important to retain micro climate in the urban areas?

Ki hujan or you can call it Trembesi have a scientific name of Albizia saman. This tree can reach up to 10-20 meter of height with a wide canopy that looks like an umbrella. The surface of its stem is colored in dark brown with a rough and grooved surface. Ki Hujan tree is commonly planted nearby the highway for a shade in a pedestrian way. This tree is believed can give a contribution in overcoming the air pollution and global warming that lately becoming an issue. That is one of the reasons why Ki Hujan tree always included in a campaign one man one tree from the government or any environmental organization.

The root of this tree has a wide range inside the soil that able the tree to absorb water in an optimum way. But somehow, the reach of the root can be a harm to concrete structure nearby.

One of the advantages of Trembesi was the ability to absorb carbon dioxide dozens of times of the regular tree. Research of Dr. Ir. Endes N. Dahlan, a lecturer in the Faculty of Forestry of IPB stated that one Trembesi tree with a canopy diameter of 15 m can absorb 28,4 ton of carbon dioxide per year. If we take a comparison with a regular tree, it only can absorb 1 ton of carbon dioxide in 20 years of life time. Trembesi tree also can control the gas concentration in effective ways.

Bandung city was selected as one of the green city from the Economic Cooperation and Development (OECD), the international organization that also preferred to plant Ki Hujan in urban areas around the world. In case you might curious of how Ki Hujan looks like, you can visit Balai Kota Bandung, the city center to experience the cool atmosphere around the tree. With all being said, are you interested to plant Ki Hujan in your neighborhood?

Pohon Ki Hujan di area sekitar Balai Kota Bandung

(Fotografer : Harlino Nandha Prayudha)


Agrituner Initiative, Bandung. Pernahkan anda melihat pohon Ki Hujan? Pohon yang sering ditanam di wilayah perkotaan ini memiliki banyak julukan, salah satunya adalah pohon peneduh ataupun pohon hujan. Dan tahukah anda bahwa pohon Ki Hujan merupakan pohon yang berperan penting dalam menjaga iklim mikro di wilayah perkotaan?

Ki Hujan atau biasa disebut Trembesi di beberapa daerah memiliki nama latin Albizia saman. Pohon ini memiliki ketinggian hingga 10-20 meter dengan tajuk lebar berbentuk menyerupai payung. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman. Pohon Ki Hujan banyak ditanam di pinggir jalan yang luas sebagai pohon peneduh. Ki Hujan dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global yang sedang tren belakangan ini. Dan inilah mengapa pohon Ki Hujan yang digunakkan dalam kampanye one man one tree yang sering digalakkan oleh pemerintah maupun organisasi berbasis lingkungan.

Pohon Ki Hujan juga dikenal memiliki jaringan akar yang besar dan luas sehingga dapat menyerap air dengan maksimal, namun karena hal ini pula akarnya sering kali merusak bangunan di sekitarnya.

Selain kelebihan diatas ternyata pohon trembesi juga dikenal mampu menyerap CO2 puluhan kali dari pohon biasa. Berdasarkan penelitian Dr. Ir. Endes N. Dahlan, salah satu Dosen Fakultas Kehutanan IPB menyatakan bahwa satu batang Pohon Trembesi dewasa dengan diameter tajuk ±15 meter mampu menyerap hingga 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya. Bandingkan dengan pohon biasa yang rata-rata mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya. Selain itu pohon Trembesi juga mampu menurunkan konsentrasi gas secara efektif, tanpa penghijauan.

Kota Bandung sebagai salah satu kota hijau yang dipilih oleh organisasi internasional Economic Cooperation and Development (OECD) juga banyak menanam pohon Ki Hujan sebagai pohon pilihan untuk ditanam di taman perkotaan dan juga di sekitar jalan-jalan raya. Untuk anda yang belum tahu seperti apa bentukan dan rupa dari pohon Ki Hujan dapat mencoba mampir ke Balai Kota Bandung, di tengah-tengah ‘labirin’ yang ada di sana. Dengan sejuta manfaat ini, apakah anda tertarik menanam pohon Ki Hujan sebagai alternatif?

Source :

Dahlan, E.N . 2011. Ki Hujan. Available on http://endesdahlan.staff.ipb.ac.id/files/2011/03/Trembesi-Bogor-for-BLOG.pdf

Wikipedia Ki Hujan. Available on https://id.wikipedia.org/wiki/Ki_hujan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *