Healthy lifestyle were growing as the food trend continued to develop around us. A few years ago, we started to broadly know about organic food in particular in organic vegetables or herbs. Now, the innovation to keep vegetables still interesting as a food source generate the concept of Microgreens, vegetables that consumed when it’s just passed the sprouting phase.

Microgreen can be grown from the seeds of many kinds of vegetables that we used to eat. In a simple way, just try to grow sprouts from any vegetables and harvest it after the plant have their true leaves. What makes microgreens different from sprouts is the way of eating the plant parts, terms of microgreens explains the way of consuming only the ‘green parts’ of the stems and leaf, while sprouts often consumed as a whole. Spinach, pok choi, and kale were three out of many vegetables that already cultivated with this concept. Vegetables that are commonly grown as microgreen have at least one of the criteria of flavour, color, or nutritional content. Take example the coriander, its leaf contain a higher amount of beta carotene than the one which conventionally grown.

If you are interested to try the microgreens technique at home, the preparation is quite simple. Microgreen can be grown with conventional technique using soil as it media or the hydroponic method. The required environmental condition is quite similar to the ordinary nursery of vegetables. The seeds can be grown in mini container or mini plant pot and we can get the result after one to two weeks. Our little plant can be harvested soon as it true leaves grown. It’s simple, isn’t it? Let’s start gardening at home with microgreen 🙂


Gaya hidup sehat berjalan beriringan dengan perkembangan tren makanan di sekitar kita. Beberapa tahun silam, kita mulai mengenal secara luas produk makanan-makanan organik terutama sayuran organik. Kini, inovasi untuk membuat sayuran terus diminati sebagai makanan melahirkan konsep ‘Microgreens’, tanaman sayuran yang dikonsumsi ketika baru tumbuh sedikit lebih besar dari fase kecambah.

Microgreen dapat ditumbuhkan dari biji berbagai macam sayuran yang biasa kita jadikan bahan makanan. Mudahnya, coba tumbuhkan saja kecambah dari berbagai tanaman dan lakukan panen setelah dia mulai memiliki daun. Hal mendasar yang membedakan microgreen dengan kecambah biasa adalah bagian yang dikonsumsi hanya daun dan batang ‘hijau’ nya saja, sebaliknya, ketika kita mengkonsumsi kecambah, yang dikonsumsi adalah seluruh bagiannya. Bayam, pakcoy, dan kale adalah tiga di antara banyak jenis sayuran yang sudah umum dibudidayakan dengan konsep ini. Selain itu, tanaman-tanaman yang menjadi favorit untuk dijadikan microgreen umumnya adalah yang memiliki setidaknya satu di antara kriteria rasa, warna, maupun nutrisi yang dibutuhkan. Contohnya adalah ketumbar, daun tanaman ini memiliki kandungan beta karoten yang lebih tinggi ketika dibudidayakan secara mikro dibandingkan dengan ketika dibudidayakan secara biasa.

Apabila kamu tertarik untuk mencoba teknik microgreen di rumah, persiapan yang dibutuhkan cukup mudah. Microgreen dapat ditumbuhkan secara biasa dengan media tanah maupun ditumbuhkan secara hidroponik. Kondisi lingkungan yang dibutuhkan juga tidak jauh berbeda dengan persemaian sayuran pada umumnya. Biji dari tanaman yang akan dijadikan microgreen dapat ditanam dalam pot atau wadah kecil yang akan kita panen setidaknya setelah satu hingga dua minggu. Tanaman kecil kita sudah siap untuk dipanen segera setelah daun sejati mereka tumbuh. Sederhana bukan? Yuk mulai berkebun di rumah dengan microgreen 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *