Farmers around the world are driven to at least try to use new technology to improve their farming activities. The goal is to increase production and cost efficiency that will lead to a good agriculture practice. Increase in adoption rate of technology for agricultural sector may be varies in many countries, but still, there is an improvement towards a better future of farming. 

In modern farming, precision agriculture is one of many ways to promote the efficiency. The Precision Agriculture (PA) movement started back in the 1990s with the introduction of Geographic Information Systems (GIS) and Global Positioning Systems (GPS) that enable farmers to achieve something more. With this method, both lands and farmers earn its benefits. They work better in harmony, not in the hard way. Farmers are able to manage the land with an improved application of agriculture products that not only increase their efficiency, but also promote the effort to preserve the natural resources. By 2025, it is expected that the implementation of PA can double it coverage around the world.

The main aim of PA is to ensure the efficiency, profitability, and sustainability of agriculture practices on the farm. This concept was possible through a good use of PA technology combined with farmers knowledge. The equipment of PA technology gathers and analyses data that helps farmers in decision making process, rather than only depends on their empirical experiences. PA technology helps farmer to decide what seed to plant in the farm, the exact amount and what kind of fertilizer needed, and how much water does the plant required. Farmers are able to have a better picture before the growing season starts and the opportunity to improve their maintenance efforts. 

As a note, the most important thing to know is that PA is not a practice that one-size-fits-all solution. What is working well for one farmer might not be the same with other farmers. Taking consider at each operation and implementing a site fit solution is the way to use PA successfully and generate a good feedback. By studying the key factors, PA may lead into a stable food supply chain production which result in a better community.


Petani di berbagai belahan dunia didorong untuk setidaknya mencoba teknologi baru yang dapat meningkatkan kegiatan pertanian mereka. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan biaya yang dapat menuntun pada praktek pertanian yang baik. Jumlah penggunaan teknologi pada sektor pertanian mungkin bervariasi di berbagai negara, tetapi, tetap saja terjadi peningkatan untuk pertanian yang lebih baik di masa yang akan datang.

Pada pertanian modern, pertanian presisi merupakan satu diantara banyak cara untuk meningkatkan efisiensi. Pergerakan Pertanian presisi atau Precision Agriculture (PA) dimulai sejak era 1990an dengan adanya pengenalan Geographic Information Systems (GIS) dan Global Positioning Systems (GPS) yang memungkinkan petani untuk mendapatkan sesuatu yang lebih. Dengan penggunaan metode ini, petani dan alam mendapatkan keuntungan yang setara dan menjadi lebih harmonis. Petani dapat mengelola lahan pertanian dengan cara-cara penggunaan produk pertanian yang lebih baik sehingga tidak hanya memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi tetapi juga memudahkan mereka dalam usaha menjaga sumber daya alam. Tahun 2025 menjadi tahun di mana implementasi pertanian presisi di seluruh dunia diharapkan sudah mencapai dua kali lipat dibandingkan tahun sekarang.

Tujuan utama dari pertanian presisi adalah untuk memastikan kegiatan pertanian yang efisien, menguntungkan, dan berkelanjutan. Konsep ini menjadi mungkin melalui penggunaan pertanian teknologi pertanian presisi yang dikombinasikan dengan pengetahuan petani. Peralatan teknologi pertanian presisi akan mengumpulkan dan menganalisis data yang membantu petani dalam proses pengambilan keputusan, dibandingkan dengan hanya bergantung pada pengalaman empiris. Teknologi pertanian presisi membantu petani untuk menentukan tanaman untuk di tanam di lahan, jumlah dan jenis pupuk yang tepat, dan berapa banyak air yang dibutuhkan oleh tanaman. Petani dapat memiliki gambaran yang lebih baik sebelum musim tanam dimulai dan kesempatan untuk memperbaiki kegiatan pemeliharaan yang dilakukan. 

Penting untuk diketahui, pertanian presisi bukan merupakan satu metode yang cocok untuk semua solusi. Apa yang bekerja dengan baik untuk satu petani bisa jadi berbeda untuk petani lainnya. Mengambil pertimbangan dengan menyesuaikan keadaan pada masing-masing lahan adalah cara agar pertanian presisi dapat menghasilkan hasil yang baik. Dengan mempelajari faktor-faktor kuncinya, pertanian presisi dapat mewujudkan rantai produksi makanan yang stabil bagi masyarakat.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *