Sauce and chili paste (sambal) are an inseparable part of Indonesian cuisine. Both of these food condiments vary both in taste and spiciness. In the food Industry, its spiciness can be regulated and uniformed by the  presence of oleoresin.

Oleoresin is a mixture of resin and essential oil that is retrieved through processing the spices. This particular compound appears sticky and oily since it comes from the extraction of spices such as ginger, pepper, chilli, turmeric, and so on. To obtain oleoresin, the food industry begin the extraction process using particular chemical compounds such as acetone. The usage of spice in the form of oleoresin is superior compared to the conventional one. This compound can substitute the origin spices without compromising the scent, flavour, or texture. 

Oleoresin is commonly used in the food industry. This mixture gives flavor to processed meat and fish products, derivative products of bread and sauce, and seasonings in ‘instant’ foods. The most popular type of oleoresin for a stable “spicy taste” is chili oleoresin, known as oleoresin capsicum. The level of spiciness that is popular is in the range of 500,000-1,500,000 SHU (Scoville Heat Unit) a scale to measure spiciness.

From this explanation, of course we become more familiar with oleoresin. Actually, this compound is very close to our daily kitchen. Are you interested in trying to investigate more the kitchen spices that you have?


Saus dan sambal merupakan bagian yang tak terpisahkan dari olahan masakan di Indonesia. Kedua bahan pelengkap makanan ini bervariasi baik dari rasa maupun tingkat kepedasannya. Di dunia industri pangan, tingkat kepedasan keduanya bisa diatur dan diseragamkan berkat adanya oleoresin.

Oleoresin adalah semacam campuran resin dan minyak yang diperoleh melalui pengolahan rempah. Senyawa ini bersifat lengket dan berminyak karena berasal dari ekstraksi berbagai jenis rempah misalnya jahe, lada, cabai, kunyit, dsb. Untuk memperoleh oleoresin, industri pangan melakukan ekstraksi dengan senyawa kimia tertentu misalnya aseton. Penggunaan rempah dalam bentuk oleoresin akan lebih unggul dibandingkan penggunaan rempah dengan cara konvensional. Senyawa ini dapat menggantikan rempah asli tanpa mengurangi aroma, rasa, atau tekstur. 

Penggunaan oleoresin sangat lazim dilakukan dalam industri pangan. Senyawa ini memberikan cita rasa pada produk olahan daging dan ikan, produk turunan roti dan saus, serta bumbu yang kita temui pada makanan instan. Jenis oleoresin yang paling populer untuk menghasilkan ‘rasa pedas’ yang stabil adalah oleoresin cabai yang dikenal dengan capsicum oleoresin. Tingkat kepedasan yang umum digunakan yaitu berada pada kisaran 500.000-1.500.000 SHU (Scoville Heat Unit) skala untuk mengukur kepedasan. 

Dari pemaparan ini, tentu kita menjadi lebih kenal dengan oleoresin. Sebenarnya, senyawa ini sangat dekat dan berada di sekitar dapur kita sehari-hari. Apakah anda tertarik untuk mencoba menyelidiki bumbu dapur yang anda punya?

Author : Rina Aryanti

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *