The need for healthy food for public consumption is increasing. This is because people feel they have to maintain health and immunity in the Covid-19 pandemic situation. As a result of this high demand, various businesses engaged in organic crops have benefited. However, what to do if we don’t have access to all of these organic services? One alternative that can be taken to overcome this problem is to use the available space at home by trying to care for live plants and fish through aquaponics.

Aquaponics is the activity of growing plants as well as fisheries by utilizing the natural bacterial cycle to convert fish manure into plant nutrients or fertilizer. The term aquaponics itself comes from aquaculture, fish farming in a closed environment, and hydroponics, techniques for growing plants that usually do not require soil as a planting medium.

In making aquaponics, fish ponds, pipes, pumps, fish and plants are usually needed, as well as small pots to place plants. The process that occurs in this system is that the fish excretions in the form of feces, which are then converted by beneficial bacteria into nutrients that can be used by plants. When consuming nutrients, plants help clear flowing water again. Because of the circulation dynamics that occur, aquaponics can be said to represent natural ecosystems, this technique represents the relationship between water, aquatic life, bacteria, nutritional dynamics, and plants that grow together in waterways around the world.

Various kinds of plants and fish can be cultivated through aquaponics. From vegetables such as kale, mustard greens, spinach, lettuce, tomatoes, chilies to fruits such as watermelon, melons, and so on. Meanwhile, fish that can be kept from carp, catfish, tilapias, and even ornamental fish such as koi can be used. Things that need to be considered are the selection of the fish feed, maintaining the pH and water temperature conditions for the two living things so that it is always stable.

There are many advantages to aquaponics, including producing two sources of food at once in a sustainable manner, use less water compared to soil-based cultivation, not using soil as a planting medium means eliminating the possibility of plants contracting soil-borne diseases, and the most important thing is that the plants produced are organic products because they only use organic fertilizer sources, namely fish manure.

Apart from thinking about some of the tantalizing advantages of aquaponics, other considerations when making aquaponics are obstacles or challenges that must be faced. The main obstacle lies in aquaponics requiring the caregivers to have good knowledge in agriculture, raising fish, and also the basic mechanisms of bacteria. In addition, technical skills related to plumbing are required. Mistakes in managing system settings can also cause fatal damage. For this reason, daily management must be applied at the beginning of the cultivation through aquaponics. However, because this aquaponics system is now quite popular, information about proper aquaponics treatments can be accessed easily.

Regardless of the challenges that follow, aquaponics is a solution in solving the problem of the need for organic vegetables and protein-laden fish. So, are you ready to cultivate aquaponics?


Budidaya Ikan dan Sayuran Organik Melalui Akuaponik

Kebutuhan akan makanan sehat untuk dikonsumsi masyarakat semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena masyarakat merasa harus menjaga kesehatan dan imunitas dalam situasi pandemi Covid-19. Akibat dari permintaan yang tinggi ini, berbagai usaha yang bergerak di bidang tanaman organik mendapat untung. Namun, apa yang harus dilakukan jika kita tidak memiliki akses terhadap jasa pelayanan organik tersebut? Salah satu alternatif yang dapat ditempuh dalam menanggulangi masalah ini adalah memanfaatkan lahan yang tersedia di rumah dengan mencoba merawat tanaman dan ikan lewat akuaponik.

Akuaponik adalah aktivitas menanam tanaman sekaligus budidaya ikan dengan memanfaatkan siklus bakteri alam untuk mengubah limbah ikan menjadi nutrisi tanaman. Istilah akuaponik sendiri berasal dari akuakultur, budidaya ikan dalam lingkungan tertutup, dan hidroponik, teknik menanam tumbuhan yang biasanya tidak memerlukan tanah sebagai media tanam.

Dalam pembuatan akuaponik biasanya dibutuhkan kolam ikan, pipa, pompa, ikan dan tumbuhan, serta pot kecil untuk menempatkan tanaman. Proses yang terjadi pada sistem ini adalah ikan mengeluarkan ekskresi berupa kotoran, selanjutnya kotoran tersebut diubah oleh bakteri menguntungkan menjadi nutrisi yang dapat digunakan oleh tanaman. Ketika mengonsumsi nutrisi, tanaman pun membantu air yang mengalir kembali jernih. Oleh karena dinamika sirkulasi yang terjadi, akuaponik dapat dibilang representasi dari ekosistem alami, teknik ini mewakili hubungan antara air, kehidupan akuatik, bakteri, dinamika nutrisi, dan tanaman yang tumbuh bersama dalam saluran air di seluruh dunia.

Berbagai macam tumbuhan dan ikan dapat dibudidayakan melalui akuaponik. Dari sayuran seperti kangkung, sawi, bayam, selada, tomat, cabai hingga jenis buah-buahan semacam semangka, melon, dan sebagainya. Sedangkan ikan yang dapat dipelihara mulai dari gurame, lele, nila, mujair, bahkan jenis ikan hias seperti ikan koi pun bisa digunakan. Hal yang perlu diperhatikan adalah pemilihan pakan ikan, menjaga kondisi pH dan suhu air bagi kedua makhluk hidup tersebut selalu agar dalam keadaan stabil.

Banyak keuntungan yang didapat dari akuaponik, di antaranya adalah memproduksi dua sumber makanan sekaligus secara berkelanjutan, hemat air lantaran menggunakan air yang sedikit dibanding budidaya yang berbasis tanah, tidak menggunakan tanah sebagai media tanam berarti menghilangkan kemungkinan tanaman terkena penyakit yang ditularkan melalui tanah, dan yang paling utama ialah bahwa tumbuhan yang dihasilkan merupakan produk organik karena hanya menggunakan sumber pupuk organik, yaitu kotoran ikan.

Selain memikirkan beberapa keuntungan akuaponik yang menggiurkan, pertimbangan lain ketika akan membuat akuaponik adalah hambatan ataupun tantangan yang harus dihadapi. Rintangan yang utama terletak pada akuaponik membutuhkan perawatnya memiliki pengetahuan yang mumpuni dalam pertanian, pelihara ikan, dan juga mekanisme dasar bakteri. Selain itu, diperlukan keterampilan teknis terkait pipa ledeng. Kesalahan dalam mengelola pengaturan sistem pun dapat menyebabkan kerusakan yang fatal. Untuk itu, manajemen harian haruslah diterapkan pada awal pelaksanaan budidaya melalui akuaponik. Akan tetapi, karena sistem akuaponik ini sekarang sudah cukup populer, informasi mengenai perawatan akuaponik yang benar dapat diakses dengan mudah.     Terlepas dari tantangan yang mengikuti, akuaponik merupakan solusi dalam menyelesaikan masalah kebutuhan akan sayuran organik dan ikan sarat protein. Nah, sudah siapkah berbudidaya dengan akuaponik?

Author : Trie Septia Nurhaliza

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *