Plants Insight: Home Gardening With Rosa!

“Oh I pick my plant carefully, I am sure that they will survive the winter break and will be okay when I get back here”, she answered calmly while I took a sip of my hot chocolate from the coffee machine”. Before I started to ask further questions, she explained almost everything that I wanted to know about taking care of houseplants. Well, it’s not everyday I meet her at the coffee corner around the library during my afternoon study break, but every single time we meet, there is always something interesting to discuss, and this time our diva is the unsung hero of “busy gardener” the succulent and cactus.  By the way, she is Rosa Ruiz, my colleague at Wageningen University. 

From our conversation that day, I learned that she has the DNA of a life scientist. Rosa’s mom is a plant physiologist, someone who is passionate about studying the functioning of plants. Maybe that is also what inspired her to take the biology major in Madrid before coming here studying Plant Biotechnology, fairly I can say that it is a life full of natural sciences. Subsequently, what amazed me was her passion to apply her knowledge in her day to day basis. Well, some of the people who study about plants do not want to take care of plants themselves, and definitely Rosa is not one of those. 

Now we bring the home gardening to the story. Rosa’s experience with home gardening started when she was 6 years old, in Granada, Spain. Together with mom, she takes care of their family’s home garden. It is a common thing to have a garden or at least a balcony that is full of flowers in the southern part of Spain, and of course, Rosa’s family is a part of that beautiful culture. One day, after going to a plant shop with mom, she decided to bring home a fuchsia flower, the hummingbird. That is the first plant ever that has grown under her care alone. Unfortunately, the plant did not survive for long and eventually went wilted and died. It is a sad moment to remember, but it does not stop her interest in home gardening. Later on, she learned to grow various plants at home such as oregano, basil, thyme, chives, rosemary, you name it. She basically grows a lot of aromatic plants that can be used for cooking. It is like groceries at home already.

Back to the topic of succulent and cactus, this is a smart choice for us as a person who likes to do gardening but does not want to have a routine of caring for the plants. Plants that fall under these categories only require to be watered for once every one or two weeks. During winter, it only requires the water for once in three to four weeks. Now I know why Rosa said that her plants will be okay while she went home to Spain and left all of them here in The Netherlands. 

Long story short, Rosa prefers to take care of succulent and cactus due to an awkward experience. One day during summer break, she let her friend take care of her mini garden of aromatic plants in Madrid, instead of keeping the garden alive, the friend let them dry by not watering them the whole summer. Lesson learned, if you want to travel a lot, choose your plants carefully, the succulent is more suitable. Well, apart from that, succulent and cactus were so cute and adorable plants too, really suitable for housewarming. Aloe vera, zebra plant, jade plant, and many more choice when you want to start your own succulent and cactus garden. I myself start my mini garden with a succulent “Tradescantica albiflora”, a gift from Rosa for my birthday. This adorable plant has a purple leaf with a green tinge, the flower is not yet there, but maybe someday.

A little note that I keep in mind from Rosa is not to be ambitious in starting a home garden. One can start with some plants that actually can be taking care of. Because what is the point of maintaining a lot of plants without plans, they will die for sure. Taking care of plants requires commitment, let’s start small and expand it later. Also do not forget that each plant has a different requirements of care, so start with the easy one, and good luck!

Written by Harlino

Translation to Bahasa Indonesia by Febby Fitriyani and Aris Kurniawan

=================================

Bahasa Indonesia

Plant Insight: Berkebun di Rumah dengan Rosa!

“Oh, aku memilih tanamanku dengan hati-hati, aku yakin mereka akan bertahan saat liburan musim dingin dan baik-baik saja ketika aku kembali”, jawabnya dengan tenang, saat aku menyesap coklat panasku dari mesin kopi”. Sebelum aku mulai bertanya lebih jauh, dia menjelaskan hampir semua hal yang ingin aku ketahui tentang merawat tanaman ‘rumahan’. Memang tidak setiap hari aku bertemu dengannya di pojok kopi sekitar perpustakaan saat jam istirahat  siang, tetapi setiap kali kami bertemu, selalu ada hal yang menarik untuk didiskusikan, dan kali ini diva kita adalah sang pahlawan tanpa tanda jasa bagi “tukang kebun yang sibuk” tanaman sukulen dan kaktus. Ngomong-ngomong, dia adalah Rosa Ruiz, rekanku di Universitas Wageningen. 

Dari percakapan kami hari itu, aku tahu bahwa dia punya DNA seorang ilmuwan. Ibu Rosa adalah seorang ahli fisiologi tumbuhan, seseorang yang sangat tertarik mempelajari fungsi tumbuhan. Mungkin itulah yang menginspirasinya untuk mengambil jurusan biologi di Madrid sebelum datang ke sini untuk mempelajari Bioteknologi Tumbuhan. Jujur saja, aku bisa katakan bahwa hidupnya ini penuh dengan ilmu alam. Kemudian, yang membuatku takjub adalah hasratnya untuk menerapkan pengetahuanya dalam kesehariannya. Nah, mungkin ada beberapa orang yang mempelajari tentang tumbuhan tapi tidak mau merawat tumbuhan sendiri, dan yang pasti Rosa bukanlah salah satunya. 

Sekarang saatnya kita bercerita tentang berkebun di rumah. Pengalaman Rosa berkebun di rumah dimulai saat dia berusia 6 tahun, di Granada, Spanyol. Bersama ibunya, dia merawat kebun di rumah mereka. Di daerahnya, bagian selatan Spanyol, sudah menjadi hal yang lumrah memiliki taman atau setidaknya balkon yang dipenuhi dengan bunga, dan tentu saja keluarga Rosa bagian dari kebiasaan yang indah itu. Suatu hari, setelah pergi ke toko tanaman bersama ibunya, dia memutuskan untuk membawa pulang bunga Fuchsia (disukai kolibri). Itu adalah tanaman pertama yang dia rawat sendiri. Sayangnya, tanaman itu tidak bertahan lama dan akhirnya layu dan mati. Itu adalah momen yang menyedihkan untuk dikenang, tetapi hal itu tidak menghentikan tekadnya dalam berkebun di rumah. Setelahnya, dia belajar menanam berbagai tanaman di rumahnya seperti oregano, basil, thyme, kucai, rosemary, dan lainnya. Pada dasarnya dia menanam banyak tanaman aromatik yang bisa digunakan untuk memasak. Rasanya seperti berbelanja di rumah.

Kembali ke topik sukulen dan kaktus, tanaman ini merupakan pilihan yang cerdas bagi seseorang yang suka berkebun tapi tidak rutin merawat tanaman. Tanaman ini termasuk dalam kategori  tanaman yang hanya perlu disiram setiap satu atau dua minggu sekali. Selama musim dingin, tanaman ini hanya membutuhkan air sekali dalam tiga hingga empat minggu. Sekarang aku tahu mengapa Rosa berkata bahwa tanamannya akan baik-baik saja saat dia pulang ke Spanyol dan meninggalkan Belanda. 

Singkat cerita, Rosa lebih suka merawat sukulen dan kaktus karena sebuah pengalaman canggungnya. Suatu hari selama liburan musim panas, dia meminta temannya untuk merawat kebun mini tanaman aromatiknya di Madrid, alih-alih membiarkan taman itu hidup, temannya membiarkan tanaman itu kering dengan tidak menyiraminya sepanjang musim panas. Hikmahnya, jika kamu banyak bepergian, pilihlah tanaman secara hati-hati, lebih cocok tanaman sukulen. Selain itu juga sukulen dan kaktus  merupakan tanaman yang lucu dan menggemaskan, cocok digunakan sebagai hiasan rumah. Aloe vera, tanaman zebra, tanaman giok, dan masih banyak pilihan lainnya jika kamu ingin mulai memiliki sukulen dan kaktus. Aku sendiri memulai menanam sukulen “Tradescantia albiflora” yang merupakan hadiah dari Rosa untuk ulang tahunku. Tanaman lucu ini memiliki daun berwarna ungu dengan semburat warna hijau, saat ini masih belum berbunga, tapi mungkin suatu saat nanti.

Sedikit catatan yang aku ingat dari Rosa yaitu jangan terlalu berambisi untuk memulai berkebun di rumah. Salah satunya bisa mulai dengan tanaman yang benar-benar bisa dirawat. Karena apa gunanya memelihara banyak tanaman tanpa rencana, tanaman itu akan mati. Dalam merawat tanaman membutuhkan komitmen, mari mulai dari yang kecil dan kembangkan nanti. Juga jangan lupa bahwa setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda, jadi mulailah dengan yang mudah, dan semoga berhasil!

Ditulis oleh Harlino
Alih bahasa Indonesia oleh Febby Fitriyani dan Aris Kurniawan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *