Pertanian di Indonesia memiliki banyak sekali potensi yang bisa dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal bahkan dunia. Agrituner Talk kembali hadir pada hari Minggu, 18 April 2021, dengan mengangkat tema pertanian organik untuk mengenalkan dan menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian. AgriTalk sesi ketiga kali ini ditemani oleh     Muhammad Adham, mahasiswa Master of Organic Agriculture Wageningen University and Research, yang selama satu jam membagikan pengetahuan dan pengalamannya dalam mengulik pertanian organik.

Berbagai macam latar belakang peserta mulai dari mahasiswa hingga praktisi di bidang pertanian hadir dan mengikuti sesi yang dimoderatori oleh Febby Fitriyani. Sesi dimulai dengan penyampaian dari Adham tentang potensi dan tren pertanian organik yang semakin meningkat konsumennya.

Lebih lanjut Adham menjelaskan sistem pertanian organik adalah sistem yang berfokus untuk meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agroekosistem termasuk aktivitas biologi tanah, mengutamakan penggunaan input dari limbah, dan tidak menggunakan bahan sintetis. Organik itu penting karena menurutnya sangat mempertimbangkan faktor di luar produksi seperti kesejahteraan hewan, lingkungan, kesehatan manusia dan harga yang lebih adil ke produsen sehingga turut mendukung petani lokal. Konteks pertanian organik yang dijelaskan oleh Adham mengacu pada Permentan No.64/2013, SNI 6729:2016 dan Perka BPOM No.1/2017. Namun, organik juga memiliki beberapa kendala yang membuatnya kesulitan bersaing dengan konvensional seperti harga produk yang mahal karena butuh ekstra pekerja, waktu dan tenaga, serta sertifikasi yang cenderung hanya dimiliki oleh petani-petani besar karena prosesnya yang mahal pula.     

Disisi lain Adham juga mengemukakan adanya tren biodynamic yang tengah naik daun. Biodynamic mempertimbangkan semua aspek organik tetapi dilengkapi dengan keterlibatan lingkungan secara mendetail. Oleh karena itu, biodynamic disebut sebagai standar yang selangkah lebih maju setelah organik. Fokus kita saat membahas pertanian organik atau biodynamic adalah pertanian yang berkelanjutan. Namun pertanian berkelanjutan itu sendiri sebenarnya hanya memberikan dampak netral terhadap lingkungan. Adham beranggapan bahwa tidak cukup sampai berkelanjutan saja, kita harus memulai pertanian regenerative dengan pertanian organik sebagai dasarnya.

Langkah awal untuk menjadi “organik” menurut Adham adalah kita perlu belajar dari skala kecil terlebih dahulu, contohnya pengolahan sampah di rumah. Jika sudah berhasil dalam skala kecil, maka skalanya dapat ditingkatkan dengan mendukung produk petani organik lokal sebagai konsumen dan penerapan sistem tumpang sari saat menanam sebagai produsen. 

Di akhir presentasinya, Adham menceritakan pengalaman penelitiannya menuju pertanian organik seputar sistem pertanian tumpang sari dengan metode strip cropping. Cerita tersebut kemudian berlanjut hingga ke sesi pendapat dan diskusi yang menarik. Pesan terakhir dari Adham untuk peserta diskusi adalah hasil dari pertanian organik bukan hanya dilihat dari bentuk tapi juga rasa dan manfaatnya. Pertanian organik memang ribet tapi sehat, mahal namun lebih menyehatkan, bisa dapat harga lebih murah kalau mau beli di petani lokal dan juga pastinya seru!

Author : Sagaria Arinal Haq

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *