Boredom already felt increasingly peaked while leaving the house still cannot be an option to relieve the stress. Designing a flower garden is one of the right options to spend time, adorn the face area of ​​your home, and also helping the environment.

Flower gardens do not always require large areas. This type of garden can be made in a minimalist way to optimize the place efficiently. The character of the flower chosen is usually one that does not have many leaves, not too big, and has a beautiful shape and color. The types of flowers that are mostly chosen are jasmine, hibiscus, and orchids. The minimalist garden does not cost too much. If you have more money, a flower garden can be added by other ornamental components such as patterned tiles, rocks, synthetic or real grasses, statues, and fish ponds. If you use grass, then you should make a path to be traversed for fear that the grass will get damaged quickly if you step on it too often. Pot of various shapes and colors can also beautify your garden.

Things that must be considered are the space between one flower with another so as not to be planted too deep and close together. It would be better if we know in advance the characteristics and needs of the flowers that we will be planting, both in terms of water and lighting. The quality of soil fertility also needs attention. If the soil is considered not in good condition, fertilizer can be added first. The frequency of watering is also one of the most important factors. It is recommended to water sufficiently because it is feared that the flowers that are over-watered will easily wither. Ornamental components other than flowers are also advised not to disturb the growth of the planted flowers. By applying a good agricultural practice, one is not only having a beautiful flower garden, but also providing insects and plants with a place to live, promoting the biodiversity from home.

Doing this arrangement makes us indirectly think of something new and not focus on the negative thought even if only for a moment. After the process of making the garden is complete, we are required to continue to care for and keep the flowers planted alive. Flowers that are planted can be picked and then given to our loved ones. A little note is let’s do it with a mindfulness for the environment. Let’s start taking advantage of the unused space to be changed into something that has more meaning.

Author/Editor : Evi Eprilliani/Harlino Nandha Prayudha

Jenuh yang dirasa sudah semakin memuncak, keluar rumah masih belum bisa menjadi opsi penghilang rasa penat. Merancang kebun bunga merupakan salah satu cara yang tepat untuk menghabiskan waktu, mempercantik area muka rumah anda, sekaligus membantu memperbaiki lingkungan.

Kebun bunga tidak selalu memerlukan area luas. Kebun jenis ini dapat dibuat secara minimalis untuk mengoptimalkan tempat secara efisien. Karakter bunga yang dipilih pun biasanya adalah yang tidak memiliki banyak daun, tidak terlalu besar, serta memiliki bentuk dan warna yang cantik. Jenis bunga yang banyak dipilih yaitu melati, kembang sepatu, dan anggrek. Kebun minimalis ini pun tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak. Jika anda memiliki biaya lebih, kebun bunga dapat ditambahkan komponen penghias lain seperti ubin berpola, batuan, rumput sintetis maupun asli, patung, dan kolam ikan. Jika anda menggunakan rumput, maka sebaiknya dibuat jalan setapak untuk dilalui karena khawatir rumput akan cepat rusak jika terlalu sering diinjak. Pot beraneka bentuk dan warna juga dapat menjadi pemanis kebun anda.

Hal yang harus diperhatikan yaitu penanaman antara satu bunga dengan yang lain agar tidak ditanam terlalu dalam dan saling berdekatan. Alangkah lebih baik jika kita mengenal terlebih dahulu karakteristik serta kebutuhan bunga yang akan kita tanam, baik dari segi air maupun pencahayaan. Kualitas kesuburan tanah juga perlu diperhatikan. Jika tanah dirasa kurang subur, maka dapat ditambah dengan pupuk terlebih dahulu.Frekuensi penyiraman kebun bunga juga menjadi salah satu faktor yang sangat penting. Disarankan untuk menyiram secukupnya, karena dikhawatirkan bunga yang disiram berlebih akan menjadi layu. Komponen penghias selain bunga juga disarankan untuk tidak mengganggu tumbuh dari bunga yang ditanam. Dengan mengaplikasikan praktek pertanian yang baik, seseorang tidak hanya akan memiliki kebun bunga yang indah, melainkan juga memberikan serangga serta tanaman habitat untuk hidup, mendukung keanekaragaman hayati dari rumah.

Melakukan penataan ini menjadikan secara tidak langsung diri kita untuk berpikir akan suatu hal yang baru dan tidak terfokus pada hal negatif walaupun hanya sesaat. Setelah proses pembuatan kebun selesai, kita diharuskan untuk tetap merawat dan menjaga agar bunga yang ditanam tetap hidup. Bunga yang ditanam dan berbunga banyak dapat dipetik lalu diberikan kepada orang tersayang. Sebuah pengingat yaitu untuk melakukannya dengan tetap mempertimbangkan aspek lingkungan. Ayo mulai manfaatkan ruang tidak terpakai untuk diubah menjadi suatu ruang yang lebih bermakna.

Penulis/Editor : Evi Eprilliani/Harlino Nandha Prayudha

2 thoughts to “Making a Flower Garden, Greening the House Dissolve the Unhappy Thought

  • Desy

    The article resonates with me. I used to help my mother in her flower garden, growing various orchids and hibiscus back in my childhood. I still remember how enthusiastic I was when I discovered biodiversity even though I didn’t know it’s called biodiversity back then. Joyful old days! Thank you for sharing this. So looking forward to reading more of your article.

    Reply

Leave a comment to Desy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *