Jakarta, 28 November 2020. PK 158 Kencana Mahardika dengan Agrituner Initiative bekerjasama menyelenggarakan pelatihan daring hidroponik “Kampung hijau lestari” sebagai salah satu acara program Social project dalam membangun Kampung Cilincing mandiri Budidaya Hidroponik.

Acara dilakukan secara daring dihadiri oleh perwakilan dari warga RW 01 Kalibaru Cilincing Jakarta. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai penanaman secara hidroponik dalam mendorong warga mewujudkan Kampung Cilincing yang mandiri dalam sektor pangan. Dengan total 18 partisipan, warga Kalibaru Cilincing dan PK 158 Kencana Mahardika mendapatkan materi mengenai teknis pelatihan hidroponik dari awal penanaman, perawatan, hingga proses pemanenan tanaman dalam instalasi hidroponik. 

Pertanian di perkotaan saat ini menjadi tren yang patut untuk dicoba. Apalagi saat masa pandemi seperti ini, tren hidup sehat dan aktivitas di rumah semakin meningkat. Lahan yang sempit di perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk berkebun. Dengan berkebun kita dapat memenuhi kebutuhan dalam membantu menjamin ketahanan pangannya. 

Manager of Program Agrituner Initiative Khairunnisa Ainun menyampaikan bahwa “karena lahan yang sempit bukan alasan yang tepat untuk tidak mencoba kegiatan  berkebun. Berbagai teknik dapat kita lakukan untuk bisa menghadirkan kebun di lingkungan perkotaan yang padat, salah satunya dengan budidaya hidroponik”. 

Hidroponik memiliki instalasi yang tidak terlalu memakan tempat. Bahkan bisa dilakukan secara vertikal. Budidaya secara hidroponik akan memiliki produk yang lebih bersih dan lebih cepat untuk tumbuh. Tanaman hasil hidroponik juga akan lebih sehat karena cenderung tidak meninggalkan residu kimia. Selain menambah keindahan dan kualitas hidup di perkotaan, berkebun secara hidroponik di perkotaan bisa dijadikan peluang bisnis pertanian.

Menurut Sri (47), salah satu warga RW 01 Kalibaru Cilincing menyebutkan pelatihan hidroponik seperti ini baru dilakukan sehingga antusiasmenya sangat tinggi, “semoga hidroponik ini dapat berjalan terus sehingga bisa dipasarkan dan mampu membantu perekonomian warga kedepannya”.

Bahkan, potensi produksi dan tingkat ekonomis dalam penanaman hidroponik lebih tinggi dibandingan budidaya secara konvensional. Pada budidaya hidroponik tidak diperlukan biaya besar dalam perawatan dengan pegawai yang banyak. Serta akan jauh lebih ekonomis apabila dilakukan di pekarangan rumah tanpa adanya biaya sewa lahan. Sebagai contoh perhitungan produksi tanaman selada penanaman secara hidroponik dengan modal 1 juta dapat mengganti modal yang dikeluarkan dalam waktu 3 kali panen. 

Personal Documentation

Author : Febby Fitriyani

One thought to “Kampung Hijau Lestari: Pelatihan Daring dalam Membangun Kampung Cilincing Mandiri Budidaya Hidroponik”

  • Ria

    Cendika yess..!!

    Reply

Leave a comment to Ria Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *